“Turut berduka cita yang sedalam dalam nya untuk keluarga korban LION AIR JT 610.. semoga tetap tabah dan sabar menghadapi cobaan,” balas Ridwan Syuhada.
“Buka status almh… tak ada yang tahu hidup beberapa hari ke depan… baru 13hari sebelum ajal menjemput…Turut berbelarasa….” tulis Angella Pattinaja.
Usia dipastikan identitasnya, jenazah Jannatun Cintya Dewi langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Penyerahan jenazah tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Operasional Lion Air Group, Wahyu, kepada ayah Jannatun, Bambang di depan Instalasi Forensik RS Polri, Rabu (31/10/2018) malam.

Dengan disaksikan langsung oleh Kepala RS Polri Kombes Musyafak.
Suasana penyerahan jenazah alumni Institus Teknologi 10 November Surabaya (ITS) itu pun berlangsung dalam suasana yang sangat haru.
“Pada kesempatan ini, saya atas nama Lion Air Group kami ucapkan duka cita sedalam-dalamnya,” ucap Wahyu saat penyerahan jenazah.
Wahyu juga menegaskan komitmen pihaknya yang akan membantu seluruh proses kepulangan Jannatun ke Sidoarjo.

“Oleh karena itu, dengan ini kami izin menyerahkan surat menyurat menyangkut wafatnya almarhumah,” lanjutnya.
Air mata Bambang yang menerima jenazah putrinya itupun keluar deras seperti tak tertahan.
Tak satupun kata-kata yang diucapkan Bambang. Suaranya seakan habis untuk melontarkan satu kata pun.
Hanya air mata yang terus mengalir deras.
Di tempat yang sama, Musyafak menyatakan bahwa jenazah Jannatun akan dikirim ke Bandara Soekaro Hatta malam ini dan diterbangkan ke Sidoarjo Kamis (1/11/2018) besok.

